0


Normal
0
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";}

Andai aku mati sekarang,

adakah yang merasa kehilangan atas diriku?,

adakah yang menangis pilu mengantarkan mayatku?,

adakah yang mendoakan aku setiap kali mereka mengenangku?,

adakah yang ziarah ke nisanku?,

aku… menangis rasanya bila harus memikirkan hal itu,

namun aku tak mau tak memikirkannya,

karna hal ini akan pasti terjadi padaku kelak.

Kini aku tak memiliki orang yang begitu tulus mencintaiku seperti keluargaku

mamaku,

papaku,

adikku,

Kini aku berada dalam lingkup orang-orang yang sangat membenciku.

Mereka saling menunggu aku melakukan kesalahan.

Mereka hanya orang-orang yang busuk bertopeng kebaikan dan kebajikan semu.

Lalu siapa yang begitu tulus menyayangiku disini.

Hidup memang sulit kata mereka, apalagi hidup denganku.

Ya Allah… hamba tak mau merasakan apa-apa

hamba hanya ingin menyebut namamu saja sebagai pengganti aduan hamba.

Hamba kini ingin mengumpulkan amalan yang banyak untuk bekal hamba pulang ke dekapan kasih sayangmu

Ya Robb…

Hamba jadikan sabar sebagai penakhluk semua kebencian dihati ini.

Hamba jadikan sedekah untuk menghancurkan kesombongan dan kekikiran hamba. Hamba jadikan sholat hamba sebagai pelindung hari-hari hamba yang penuh dengan orang-orang yang benci atas kehadiran hamba.

Hamba jadikan doa sebagai penghibur hati, bahwa ada kekuatanMu yang sangat luar biasa, yang sanggup mengalahkan kerisauan dalam diri.

Hamba jadikan diam sebagai benteng diri, dari kata-kata penuh dosa, janji-janji penuh dusta.

Hamba sepenuhnya yakin, bila hamba tetap pada pendirian ini, pada kesabaran yang sudah semestinya.

Hamba akan mendapatkan kasih sayang yang luar biasa dariMu Ya Allah… dan

Hamba tak perlu lagi berputus asa dengan keadaan duniawi yang telah merenggut kelapangan dari hidup hamba ini.

Allah…

Hamba mohon berilah hamba kesabaran yang tak habis-habisnya

Hamba mohon ampunkanlah segala dosa

Hamba mohon berilah hamba kekuatan untuk mengahadapi kenyataan yang tak selalu menyenangkan ini

Hamba mohon jagalah hamba dari pengaruh hati yang menggebu

Hamba mohon terimalah segala amalan hamba

Yang

Hanya untuk meraih kasih sayangMu

Hamba beramal

karya Ayuna



Dikirim pada 25 Mei 2009 di Puisi



Sera adalah seorang pedagang keliling. Ia ramah dan selalu gembira. Sambil menyusuri jalan ia menjajakan barang jualannya, "Barang bagus! Barang bagus! Siapa mau beli? Siapa mau beli?"

Sera senang jika ibu-ibu mau membelikan anak-anak mereka barang yang bagus. Hatinya puas melihat anak-anak tersenyum bahagia. Suatu hari, saat Sera sedang menyusuri jalan, ia melihat pedagang keliling lain bernama Taro.

"Pergi Sera!" seru Taro marah. "Ini jalanku! Aku lebih dulu berada di jalan ini! Kau boleh berdagang di sini setelah aku pergi!"

Sera segera pindah ke jalan lain. Taro mengetuk pintu rumah pertama.


Seorang gadis kecil membuka pintu.

"Oh, Nenek!" katanya. "Maukah Nenek membelikanku sesuatu?"

"Kita tidak punya uang," kata Nenek. "Tapi coba tanya pedagang itu. Apa dia mau menukar barang yang kamu suka dengan kendi hitam kita?"

Ketika si gadis keluar, ia memperlihatkan kendi hitam pada Taro. Taro mengamati lalu membuat goresan kecil pada kendi itu. Ia sangat terkejut, ternyata kendi hitam itu terbuat dari emas. Timbul ide liciknya. Wanita tua ini tidak tahu kendinya terbuat dari emas. Akan kukatakan kendi ini jelek. Lantas aku pergi.

Nanti aku kembali dan membelinya dengan harga yang sangat murah. Begitu pikir Taro. Lalu ia berkata,

"Kendi ini tidak bagus!" Setelah mengembalikan kendi pada gadis, ia segera pergi.

Tak lama kemudian, Sera melewati jalan itu. "Barang bagus!" serunya. "Siapa mau beli? Siapa mau beli?"

Saat gadis kecil itu melihat Sera, ia berkata, "Nenek, boleh aku bertanya ke pedagang itu? Mungkin dia mau menukar barang yang kubutuhkan dengan kendi ini…"

"Kata pedagang yang tadi kendi ini jelek," sahut Nenek. "Tapi coba tanya pada pedagang ini."

Gadis kecil itu memanggil Sera. "Maukah Bapak menukar kendi nenekku dengan barang bagus yang kubutuhkan?"

Sera mengamati kendi itu. Ia melihat goresan yang telah dibuat oleh Taro.

"Nyonya!" katanya pada si Nenek. "Kendi ini terbuat dari emas!"

Nenek memandang dengan takjub. "Tetapi kata pedagang yang tadi, kendi ini tidak bagus!" sahutnya.

"Oh tidak," kata Sera. "Kendi ini terbuat dari emas. Aku akan membayar dengan semua uangku yang ada. Lalu aku akan kembali membawa uang lebih banyak."

Ia tersenyum pada gadis kecil itu. "Gadis kecil, ambillah beberapa barang yang kamu mau," katanya.

Setelah Sera pergi, datanglah Taro si pedagang pertama tadi. Ia berkata, "Aku telah berjalan jauh. Tapi aku teringat pada cucumu yang ingin barang daganganku.

Aku akan memberi beberapa yang ia mau. Tukarlah dengan kendi hitam tua milikmu."

Nenek lalu menceritakan apa kata Sera tentang kendi tuanya. "ia memberi kami uang banyak. Nanti ia akan kembali membawa uang lebih banyak."

"Uang lebih banyak?" seru Taro kecewa. "Dia harus memberiku uang juga.

Bagaimanapun, aku yang pertama melihat kendi itu!" Taro terus bersungut-sungut.

Gadis kecil dan neneknya hanya tersenyum geli melihatnya. Mereka bersyukur bertemu Sera si pedagang yang jujur.

Besoknya, Sera berhasil menjual kendi dengan harga tinggi. Ia membayar lebih banyak pada Nenek. Saat pulang, ia berkata pada istrinya, "Aku telah melakukan yang terbaik untuk kendi itu. Aku telah melakukan yang terbaik, sangat baik."

"Apakah kamu akan kaya?" tanya istrinya.

"Benar," kata Sera. "Aku merasa kaya sekarang, karena bisa memberikan sesuatu kepada orang yang tidak mampu. Mampu membantu orang lain yang kesusahan, membuatku merasa sangat bahagia…"

(Diterjemahkan Oleh Tututha, dari Some Pretty Little Thing)

Sumber: Bobo, 19 April 2007



Dari Buku Sekolah

Terima kasih: Duta Pulsa -

Dikirim pada 08 Mei 2009 di Cerpen
Profile

hmmmmm... Hanya ingin bercerita dan berbagi More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1.028.107 kali


connect with ABATASA