0

Malam itu kami berdua memiliki tugas yang sangat berbahaya namun, menjadi tantangan tersendiri. John menyiapkan semua peralatan, sedangkan aku menyiapkan mobil untuk mengantar kita melalukan tugas menarik ini.
John menatapku dengan sebatang rokok dibibir hitamnya
"kau sudah siap?" tanya john curiga
"Siap John, ini yang aku tunggu untuk menjadi sepertimu"
"Senapan sudah kusiapkan, sekali kau tembak.. busss tak akan ada suara" katanya sambil bergaya membidik
"ok john..... aku hanya ingin mandi sebentar... agar semuanya kembali seperti semula. kau ikut kan nanti malam?"
tanyaku saat kututup cap mobil
"ini pembunuhan keduamu sebagai pembunuh bayaran..... hmmm tentu saja aku harus ikut nak" ujarnya sambil menepuk bahuku dengan keras.
Huh! pembunuh bayaran. itulah pekerjaan John. dari kecil ia mengajariku membunuh, bukan karna dendam, tapi karna perlu. Dendam akan merusak semua pekerjaannya. Jadi ia tak akan berurusan dengan orang yang pernah melukai hatinya. karana bukan target yang akan terbunuh, orang yang punya masalah dengan John lah yang akan terbunuh.
Dulu pertama kali aku membunuh seorang anak yang dicap Nakal oleh keluarganya. Senja itu, John menerima telp dari Nyonya Wingka, dia mengutarakan ingin membunuh anak kandungnya karna sudah bosan dengan tingkahnya.
Tak ada yang membuatku takut untuk membunuh Mampish anak Nyonya Wingka. Aku hanya perlu mencekik lehernya ketika bermain dihalaman belakang dan aku ikat semua tubuhnya dengan akar berduri mawar hitam milih John. Sedangkan didepan ada John dan Nyonya Wingka yang menyaksikan, mereka tersenyum bangga padaku bisa melaksanakan tugas tanpa ada keributan. Aku merasa aneh menyaksikan semua ini, yang ada dibenakku saat itu hanya sebuah pertanyaan "Apakah mereka punya hati?"
Kini aku dapatkan jawabannya hati disini sudah tak penting lagi, yang penting adalah kehidupan harus terus berjalan sesuai dengan yang kau mau.

Ingin tau kelanjutan kisahnya??? Tunggu 2 hari lagi disini hanya di www.ayuna.cybermq.com

Dikirim pada 20 November 2009 di Cerpen

Dunia menarik untuk diraih
namun aku bukan ingin meraihnya
aku hanya ingin sekedar menyentuhnya
Apa yang akan terjadi bila aku menjadi Kaya
Apa yang akan menjadi pilihan orang sepertiku
hidup didunia ini
Aku terlahir dalam keadaan yang kurang beruntung, Ibu dan Ayahku entah kemana ketika aku tumbuh, Keluargaku menolak untuk merawatku, tak ada yang mau membawaku mengarungi hidup ini. Akhirnya malam itu ketika aku kelaparan menatap malam, Ada seorang lelaki berdiri berdecak-decak memandangku
Aku masih lapar ketika ia menatapku, Ia tak bicara apa-apa, ia hanya bisa menggendongku lalu sampailah dirusun yang tersudut disisi kota. Aku tau sekarang ialah John seorang turis yang enggan meninggalkan kelamnya Indonesia. Ia merawatku dimulai ketika malam itu hingga sekarang
Ia mengajarkanku untuk
Melawan
Bertindak
Berfikir
Memainkan taktik dunia
Tanpa ada rasa dendam
John
Adalah satu2nya keluargaku
ia sering menyanyikan lagu yang membuatku semangat kembali
itulah John yang kukenal
You can say what you have to say
ícause my mindís made up anyway
Iím taking the high road going above you
this is the last time that Iím gonna trust you
You can say what you have to say
ícause my mindís made up anyway
all that bullshit you talk might work a lot
but itís not gonna work today
Tak pernah menyerah pada dunia

Dikirim pada 20 November 2009 di Cerpen
16 Sep

ooooooooo smoke on the water................
malam ini sepi suami sudah terlelap
aku masih beres2 buat mudik
sambil nyanyi smoke on the water rock lama dari Deep Purple
Login ke FB ketemu ama klien yang tinggal di Spanyol, untung adhe OL juga
jadi bisa minta bantuan ngartikan omongannya tuh klien ke bahasa indonesia
ada cerita
kemarin sore buka bersama suami di Resto Wisma
eh ga beberapa lama ada wanita setengah baya nengok ke arahku
bajunya kusam
rambutnya juga
kulitnya hitam
aku mengenalnya
sangat mengenalnya
ia adalah "....."
wanita yang sangat baik
ia tinggal di desaku dulu ketika aku kecil
ia dianggap gila oleh banyak orang
tapi
dimataku ia tidak gila
sore itu ia menengok lama ke arahku sambil tersenyum
aku pun menghentikan buka puasaku
kuhampiri wanita itu
"Mbak í....í puasa?" tanyaku singkat
"Iya" jawabnya tak kalah singkat
"sudah berbuka?"
"Belum"
tak pikir panjang aku ambil beberapa uang dikantong
kuberikan semua untuknya
ya untuknya berbuka puasa
Tak tega aku meninggalkannya di depan resto itu sendirian dengan perut kosong
sedangkan
aku dan suamiku enak-enakkan makan
melihat kelakuanku
suamiku hanya tersenyum
lalu kuceritakan semua kisah tentang wanita malang itu
akhirnya kita memutuskan akan mempekerjakan dia
bila kita membutuhkan pekerja nanti.
Aku percaya dia tak gila
Karna ia sering tersenyum padaku

Dikirim pada 16 September 2009 di Cerpen

Sambil cemberut, Torak mengumpulkan senjata milik ayahnya. Dia membagi-bagi anak panah, jari-jarinya tertusuk mata panah yang terbuat dari batu api yang runcing. Dia memanggul kantong panah dan busurnya, lalu mengais-ngais di antara reruntuhan tempat berlindung untuk mencari kapak kecilnya yang terbuat dari batu basal hitam. Keranjangnya yang terbuat dari kayu hazel rusak karena serangan itu sehingga dia terpaksa menjejalkan barang-barangnya ke dalam poncobaju tak berlengan atau mengikatnya ke tali pinggang.
Torak meraih kantong tidur dari kulit rusa kutub.
"Ambil saja kantong tidurku," gumam ayahnya. "Kau tidak pernah memperbaiki milikku. Dan tukar pisau kita."
Torak terperanjat. "Jangan pisau, ayah! Kau membutuhkannya!"
"Kau yang lebih membutuhkan. Dan aku senang bisa membawa barang milikmu dalam Perjalanan Kematian."
"Fa, kumohon. Jangan."
Dari dalam hutan terdengar ranting patah.
Torak berpaling.
Kegelapan itu benar-benar pekat. Ke mana pun memandang, yang terlihat hanyalah bayangan berwujud beruang.
Tidak ada angin.
Tidak ada kicau burung.
Yang ada hanyalah retik api dan detak jantungnya. Bahkan hutan pun menahan napas.
Ayahnya menjilat keringat di bibir. "Dia belum datang," ujarnya. "Tidak lama lagi dia akan datang mencari ayahnya…. Cepat pisaunya."....
....SELENGKAPNYA>>>Saudara Serigala (Cerita)

.

Dikirim pada 12 September 2009 di Cerpen
Awal « 1 2 3 » Akhir
Profile

hmmmmm... Hanya ingin bercerita dan berbagi More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1.019.946 kali


connect with ABATASA