0


Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
X-NONE
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:"Times New Roman";
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}
Kini aku dapatkan jawabannya hati disini sudah tak penting lagi, yang penting adalah kehidupan harus terus berjalan sesuai dengan yang kau mau. Bila kau ingin menyingkirkan beberapa orang kau bisa melakukannya, namun harus kau lakukan sendiri agar tak ada yang bisa mengkhianatimu. Sebab dunia sudah semakin tua oleh bermilyar penghianatan. Banyak orang yang terbunuh hanya karna penghianatan kerabat atau sahabat.
Kamar mandi bercat biru menungguku dengan segala aromanya yang segar, disana aku merasa tenang merasa telah bersih dari semua dosa yang telah kulakukan, merasa tak ternoda oleh semua peristiwa yang sulit untuk dikenang. Aku bersihkan semua oli-oli yang melekat ditangan dan dadaku, oli dapat dibersihkan dengan sangat mudah, namun apa yang ada didalam dada, sakitnya tak dapat aku cegah.
Aku masih mempunyai dendam dengan semua keluargaku, meskipun aku tak kenal siapa mereka, wajahnya pun tak pernah aku mengingatnya, namanya apa lagi, aku tak kenal, tapi gejolak untuk menghancurkan mereka semua selalu ada dihati. John ia adalah satu-satunya orang yang mencintai jiwaku walau dengan cara yang berbeda, mengasuhku dengan metode bertahan dan melawan yang mungkin tak dilakukan oleh semua orang tua. Aku mencintai John sebagai jiwa kedua bukan siapa-siapa.
Lama aku menyeka tubuhku yang sudah semakin segar, jam dinding sudah menunjukkan pukul 19.00. Tak seperti biasa aku mandi terlalu lama, John pasti sudah menunggu di Pickup yang diparkir didepan rumah. Kupercepat memakai semua peralatan untuk tugas malam ini.
Sekilas wajah Mampish yang penuh kengerian sewaktu itu terngiang lagi dalam ingatan, teriakannya yang tertahan hanya bisa membuatku tersenyum cerah. Malam ini akan ada pembunuhan yang lebih besar lagi, lebih seru dan lebih terencana tentunya mungkin akan bisa membuatku tertawa.
John tersenyum padaku ketika ia berada dibawah tangga,
“Mau kemana kau Gee ? dengan baju seperti itu ?” tanya John sembari tertawa kecil
“Oh… Ayolah John… ini penyamaran saja. Kau tak mau semua curiga hanya karna baju hitam itu khan?” aku balas senyum padanya “sudah kusiapkan semuanya, tenang saja John”
“kau yang bawa atau aku?” sambil menggoyang-goyang kunci pick upnya
“Lets go” kusambar kuncinya dengan sebelah tangan, semua peralatan sudah tertata rapi di jok belakang, tak ada yang curiga dengan tumpukan tepung, polisi pun tak mungkin.
By Ayuna
Tunggu kelanjutannya.........


Dikirim pada 23 November 2009 di Novel


Normal
0
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";}

I Have dirty little secret.....
itulah yang dikatakan oleh beberapa teman adikku...
Bing i have dirty little secret... can you help me...
akhirnya semenjak hari itu. Adikku selalu dipercayai teman-temannya untuk menyimpan semua rahasia "kotor", ya... adikku adalah orang paling cuek sedunia, rahasia teman2nya disimpannya, bahkan ia memiliki binder yang khusus dipakai untuk mencatat semua permasalahan dan rahasia semua temannya.
Dalam keadaan seperti itu adikku tidak diam saja, dia malah memanfaatkankepercayaan teman-temannya itu. Bilal lalu membuka Dirty Secret Box, sebuah usaha yang melayani penyimpanan rahasia “kotor” teman-temannya. Hebat memang adikku itu, dari kepercayaan aratemannya ia sudah bisa mencari uang saku sendiri. Setiap anak yang ingin menyimpan rahasianya di Dirty Secret Box, ia harus membayar uang sebesar 20.000 kepada Bilal, untuk pendaftaran dan pelayanan menyimpan rahasia.
Mulai saat itu Bilal sudah bisa bekerja sendiri dengan gayanya sendiri, padahal ia masih berumur 14 tahun dan masih duduk di bangku SMP. Dengan cara seperti itu Bilal juga menanbah koneksi. Temannya bukan saja dari kalangan anak SMP, namun ada juga anak SMA, bahkan yang kuliahan pun ada. Bilal juga menyediakan kamar penyimpanan barang rahasia milik kliennya… Mama pun ikut membantu dengan menyediakan sebuah gudang, untuk menyimpan semua barang.
Usaha yang aneh memang… namun banyak yang berminat untuk memakai jasa Bilal. Pikirkanlah… hanya karna celetukan temannya dan kepercayaan temannya, Bilal dapat bekerja dan membantu Mamanya dalam memenuhi kebutuhan kehidupan kami. Rizqi ada dimana-mana, dimanapun kita berada, Allah pasti tak luput memberikan jatah rizqi kepada masing-masing umatnya. Tak perlu khawatir karena belum memiliki pekerjaan, usaha belum lancer, tak usah khawatir.
Berdoa dan selalu berharap saja padaNya. InsyaAllah… rizqi yang semula sulit untuk kita dapatkan, nantinya akan semakin mudah diraih… tetap semangat dan sabar, itulah kata kunci dalam meraih rizqi. Selalu mencari inovasi dan menjadi professional, itu adalah kunci keberhasilan.



Dikirim pada 19 Mei 2009 di Novel
18 Mei

I Have dirty little secret.....
itulah yang dikatakan oleh beberapa teman adikku...
Bing i have dirty little secret... can you help me...
akhirnya semenjak hari itu. Adikku selalu dipercayai teman-temannya untuk menyimpan semua rahasia "kotor", ya... adikku adalah orang paling cuek sedunia, rahasia teman2nya disimpannya, bahkan ia memiliki binder yang khusus dipakai untuk mencatat semua permasalahan dan rahasia semua temannya.
Dalam keadaan seperti itu adikku tidak diam saja, dia malah......
lanjutannya tunggu besok ya.............
hahahahahahahhahaha


Ayuna and Bilal

Dikirim pada 18 Mei 2009 di Novel
15 Mei

Angin sore menderu keras sepeda yang ditumpangi Mr Oliver dan gadis kecilnya Narra. Sore ini mereka memiliki janji dengan Mr Flambo pemilik real estate di kota mereka, untuk menandatangani kontrak jual beli tanah. Tepat dibelakang halaman Mr Oliver terdapat sebuah lapangan yang cukup luas, dulunya itu adalah lapngan baseball milik keluarga Willton, semenjak keluarga Willton meninggal tiga tahun yang lalu, dan rumahny dirobohkan oleh pemerintah setempat karena ada isu yang tersebar bahwa rumah keluarga Willton digunakan remaja setempat untuk perbuatan tidak senonoh. Hingga kini baik rumah dan lapangan baseball itu tak ada yang mengurus dan berubah menjadi kebun ilalang nan tinggi.
Gadis kecil Mr Oliver yang bernama Narra sedari dua tahun yang lalu sudah sangat tertarik dengan lapangan ilalang itu, setiap sore hari ia selalu bermain dengan ayahnya, meskipun tak banyak yang bias dilakukan di lapangan penuh ilalang itu. Dua tahun yang lalu dimalam ulang tahun Narra yang ke empat ia mengucapkan permintaannya yang mengherankan pada ayahnya. Narra tidak ingin hadiah apa-apa, ia hanya ingin ayahnya membelikan lapangan ilalang itu untuknya. Merasa aneh atas permintaan Narra, Mr Oliver hanya menanggapi sambil lalu. Namun ketika Narra mulai memintanya dari hari kehari sambil merengek-rengek Mr Oliver pun lalu menanggapinya dengan serius dan mulai mencari cara untuk mewujudkan permintaan putri semata wayangnya. Terkadang Mr Oliver pun merasa jengkel atas sikap putrinya yang tak henti-hentinya merengek meminta dibelikan lapangan Mr Willton. Mr Oliver sering berkata “ Membeli lapangan tak semudah membeli permen!!!” setelah mengatakan itu ia pun menyesal telah membentak Narra. Ia berjanji pada Narra pada ulang tahun ke enam ia akan memberikan lapangan itu sebagai hadiah terbesar sepanjang tahun.

Kelanjutannya Ada di Novel Ayuna

Dikirim pada 15 Mei 2009 di Novel
Awal « 1 2 » Akhir
Profile

hmmmmm... Hanya ingin bercerita dan berbagi More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1.028.077 kali


connect with ABATASA